Sejak Android 11 hingga Android 15, Google secara bertahap memperketat akses penyimpanan internal, khususnya pada folder Android/data dan Android/obb. Folder yang sebelumnya bisa diakses bebas melalui file manager kini dibatasi oleh sistem Scoped Storage.
Pada Android 15, pembatasan ini terasa lebih ketat. Banyak pengguna tidak lagi bisa membuka atau memindahkan file di dalam Android/data meskipun sudah memberikan izin penyimpanan penuh. Hal ini cukup menyulitkan, terutama bagi pengguna yang sering memasang OBB game, melakukan backup data aplikasi, atau mengelola file secara manual.
Sebagai solusi, kini banyak pengguna memanfaatkan aplikasi Shizuku. Metode ini memungkinkan akses file lebih luas tanpa perlu melakukan root, dengan memanfaatkan izin sistem resmi melalui mode pengembang.
Apa Itu Shizuku dan Kenapa Dibutuhkan di Android Terbaru
Shizuku adalah aplikasi yang memungkinkan aplikasi lain menjalankan perintah tingkat sistem tanpa akses root. Cara kerjanya memanfaatkan layanan sistem melalui izin ADB yang diaktifkan dari mode pengembang.
Dengan Shizuku, aplikasi seperti ZArchiver dapat mengakses folder yang biasanya dibatasi, termasuk Android/data dan Android/obb, selama layanan Shizuku aktif.
Pada Android 15 atau terbaru, Shizuku banyak digunakan karena:
- Akses langsung ke Android/data dibatasi untuk aplikasi biasa
- Izin MANAGE_EXTERNAL_STORAGE tidak lagi berfungsi optimal
- Root semakin sulit dan berisiko pada banyak perangkat
Perbandingan File Manager Biasa, Root, dan Shizuku
| Metode | Akses Android/data | Keterangan |
|---|---|---|
| File Manager Biasa | Terbatas | Hanya folder tertentu yang diizinkan sistem. |
| Root | Penuh | Akses sistem total, berisiko, dan tidak semua HP mendukung. |
| Shizuku | Luas | Tanpa root, menggunakan izin sistem resmi (ADB). |
Persiapan Sebelum Menggunakan Shizuku
- Android 12, 13, 14, atau Android 15
- Mode pengembang aktif
- USB Debugging dan Wireless Debugging aktif
- Aplikasi Shizuku versi terbaru
- ZArchiver yang mendukung Shizuku API
Cara Mengaktifkan Mode Pengembang
- Buka Pengaturan
- Masuk ke Tentang Ponsel
- Ketuk Build Number sebanyak 7 kali
- Muncul notifikasi bahwa mode pengembang aktif
Mengaktifkan ADB dan Wireless Debugging
Masuk ke Pengaturan → Opsi Pengembang, lalu aktifkan:
- USB Debugging
- Wireless Debugging
Pastikan perangkat terhubung ke jaringan WiFi yang sama saat menggunakan metode wireless.
Menjalankan Shizuku di Android 15
- Instal aplikasi Shizuku dari Play Store
- Buka aplikasi Shizuku
- Pilih Start via Wireless Debugging
- Buka Wireless Debugging dan lakukan pairing
- Masukkan pairing code yang muncul
Jika berhasil, layanan Shizuku akan aktif di latar belakang.
Menghubungkan ZArchiver dengan Shizuku
- Buka ZArchiver
- Masuk ke menu Pengaturan
- Pilih opsi Shizuku
- Berikan izin koneksi ke layanan Shizuku
Jika berhasil, ZArchiver akan terhubung ke Shizuku API.
Membuka Folder Android/data dan Android/obb
- Buka ZArchiver
- Masuk ke penyimpanan internal
- Buka folder Android
- Pilih folder data atau obb
Folder akan terbuka tanpa pesan Access Denied selama Shizuku aktif.
Masalah Umum dan Cara Mengatasinya
Tidak Bisa Membuka Folder
- Pastikan layanan Shizuku sedang aktif
- Restart Shizuku
ZArchiver Tidak Mendeteksi Shizuku
- Reset izin Shizuku di ZArchiver
- Tutup dan buka ulang aplikasi
Shizuku Mati Sendiri
- Nonaktifkan optimasi baterai
- Kunci Shizuku di recent apps
Kesimpulan
Pada Android 15, akses ke folder Android/data dan obb memang semakin dibatasi. Namun dengan bantuan Shizuku, pengguna masih dapat mengelola file secara manual tanpa perlu melakukan root.
Metode ini cocok untuk pengguna yang sering memasang OBB game, melakukan backup data aplikasi, atau mengelola file teknis lainnya. Selama langkah diikuti dengan benar, Shizuku menjadi solusi yang cukup stabil pada Android versi terbaru.